Sabtu, 05 April 2014
Jenazah Yang Diiringi Oleh 70.000 Malaikat
Posted By:
Wahyu
on 16.17
Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik R.A.
Pada satu pagi, Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik R.A melihat suatu keanehan pada cuaca pagi itu. Mereka melihat matahari begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasa.
Tidak lama kemudian, Rasulullah SAW didatangi oleh malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat Jibril,
"Wahai Jibril, kenapa matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup ?
"Ya Rasulullah, matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya," jawab Jibril.
Rasulullah SAW bertanya,
"Wahai Jibril, berapa jumlah malaikat yang menghalangi matahari saat ini ?"
"Ya Rasulullah, jumlah mereka ialah 70,000 " jawab Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi,
"Apakah yang menjadikan malaikat menutupi matahari?"
Kemudian Malaikat Jibril menjelaskan,
"Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70,000 malaikat agar membacakan selawat kepada salah satu umatmu yang baru sahaja meninggal dunia"
"Siapakah dia, wahai Jibril?" tanya Rasul SAW.
"Namanya Muawwiyah."
Rasulullah SAW melanjutkan lagi pertanyaan,
"Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah ini,... sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini ?"
Malaikat Jibril menjawab,
"Ketahuilah Ya Rasulullah, sesungguhnya Muawwiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surah Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surah Al-Ikhlas."
Malaikat Jibril melanjutkan bicaranya,
"Dari itu,... Allah SWT mengutus sebanyak 70,000 malaikat untuk membacakan selawat kepadanya pada hari ini.
Kisah Nabi Musa Ingin Melihat Allah
Posted By:
Wahyu
on 16.14
Ketika Nabi Musa memenuhi panggilan Allah SWT.... Beliau naik ke gunung Sinai (Tursina)...., dan
menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadah sendirian
diatas gunung itu, Kemudian Allah SWT pun berfirman dan menurunkan Taurat kepada
beliau.
Kemudian Nabi Musa memohon untuk melihat wajah Allah SWT yang telah berkata-kata kepadanya,
"Ya Rabb perlihatkanlah (dirimu) keapada ku, agar aku dapat memandang Engkau"
Kemudian Allah berfirman " Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihatku, tetapi
arahkanlah pandangan engkau ke gunung itu. Maka jika ia tetap pada
tempatnya , niscaya engkau dapat melihat ku.Kemudian Nabi Musa memohon untuk melihat wajah Allah SWT yang telah berkata-kata kepadanya,
"Ya Rabb perlihatkanlah (dirimu) keapada ku, agar aku dapat memandang Engkau"
"Wahai putra Imran, sesungguhnya tidak akan ada yang sanggup untuk melihat aku, kemudian ia mampu untuk tetap hidup. "
Nabi Musa berkata : " Ya Rabb, tidak ada sesuatu pun yang menyekutui MU, sesungguhnya melihat MU dan kemudian mati itu lebih aku sukai daripada aku terus hidup tanpa melihat MU.... Ya Rabb, sempurnakanlah nikmat, anugerah dan hikmat MU kepada ku dengan mengabulkan permohonanku ini, setelah itu aku rela mati "
Ibnu Abbas R.A, sahabat Rasulullah SAW meriwayatkan bahwa ketika Allah SWT ingin mengabulkan Doa permintaan Nabi Musa, maka Allah berfirman " Pergilah engkau, dan lihatlah batu di atas puncak gunung itu, duduklah engkau diatas batu itu, kemudian Aku akan menurunkan bala tentera KU kepada mu. "
Dan ketika telah sampai di puncak batu tersebut, maka Allah pun menurunkan bala tenteranya, berupa para malaikat langit pertama, untuk menampakkan diri kepada Nabi Musa A.S. Diperintahkan para malaikat penghuni langit untuk menampakkan diri di hadapan Nabi Musa A.S.... sambil mengeraskan suara tasbih,... tahlil mereka bagaikan suara petir yang menyambar-nyambar.
Kemudian para malaikat penghuni langit kedua diperintahkan menampakkan diri mereka, dengan warna dan bentuk yang berbagai, mereka bersayap dan memiliki raut wajah, diantaranya ada yang berbentuk seperti singa.... berlalu di hadapan Nabi Musa sambil mengeraskan suara-suara tasbihnya.
Mendengar teriakan-teriakan tersebut, Nabi Musa merasa takut yang amat sangat dan kemudian berkata : Ya Rabb, sungguh aku menyesal atas permohonanku. Apakah engkau berkehendak untuk menyelamatkanku dari tempat ini ?
Pimpinan dari kelompok malaikat tersebut berkata " Hai Musa, bersabarlah atas apa yang engkau minta, apa yang engkau lihat ini baru sebagian kecil sahaja..."
Allah SWT memerintahkan para penghuni langit ketiga turun. Lalu keluarlah malaikat-malaikat yang tidak terhitung jumlahnya dengan berbagai bentuk dan warna.... Ada yang seperti api yang menjilat-jilat, mereka memekikkan tasbih, dan bertahlil dengan suara dasyat yang menggelegar.
Nabi Musa semakin berputus asa. dan kelompok malaikat itu berkata " wahai Musa, bersabarlah hingga engkau tidak akan sanggup lagi untuk melihatnya..."
Kemudian penghuni langit keempat turun.
Ada yang berbentuk seperti kobaran api yang menjilat-jilat, ada pula yang seperti salji.... Dengan suara menengking mereka memekikkan tasbih dan tahlil.
Demikianlah , Penghuni dari setiap langit turun satu demi satu. Semua malaikat tersebut bergerak maju sambil cahayanya menyambar semua mata yang ada. Mereka datang membawa tombak yang sangat panjang dan lebar.... Tombak-tombak itu bagaikan api yang bersinar terang benderang melebihi sinar matahari.
Nabi Musa A.S menangis dan meratap. " Ya Rabb, ingatlah aku, jangan Engkau lupakan diriku. Aku adalah hamba Mu. Aku tidak mempunyai keyakinan bahwa aku akan terselamat dari tempat ini. Jika aku keluar maka aku akan terbakar,... jika aku masih disini aku akan mati..."
Kemudian turunlah malaikat Jibril A.S, Mikail A.S dan Israfil A.S, beserta seluruh malaikat penghuni langit ketujuh, termasuk Malaikat pemikul Al-Arsy dan Al-Kursi.... Mereka secara bersama-sama menghadap kepada Nabi Musa A.S sambil berkata " Wahai orang yang terus menerus salah. Apa yang menyebabkan kamu naik ke atas bukit ini...? Mengapa engkau memberanikan diri meminta Rabbmu untuk dapat melihat Nya ? Nabi Musa A.S gemetar hingga kedua lututnya seakan-akan tercabut dari sendi..."
Ketika Allah SWT melihat keadaan itu, maka ditampakkanlah tiang-tiang penyangga Al-Arsy, lalu Nabi Musa bersandar pada salah satu tiang tersebut hingga hatinya tenang.
Malaikat Israfil mendekatinya dan berkata " Hai Musa, demi Allah, kami ini sekali pun pemimpin para malaikat,.... sejak kami diciptakan, kami tidak berani mengangkat pandangan mata kami ke arah Al-Arsy, kerana kami sangat khuatir dan sangat takut kepada Rabb... Mengapa engkau berani melakukan ini wahai hamba yang lemah ?
Setelah hatinya tenang, Nabi Musa menjawab " Wahai Israfil, aku hanya ingin mengetahui akan Keagungan Wajah Rabb ku yang selama ini aku belum pernah melihatnya..."
Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada langit, " AKU akan menampakkan Diri-Ku bertajali pada gunung itu...."
Maka begetarlah seluruh langit dan bumi, gunung, matahari, bulan, cakerawala, surga, neraka, para malaikat dan lautan. Semua bersujud, sementara Nabi Musa A.S masih memandang ke arah gunung itu.
Ketika Rabbnya menampakkan diri diatas gunung,.... maka hancur leburlah gunung itu dan Nabi Musa pun jatuh pengsan....Nabi Musa seakan-akan mati karena pancaran Cahaya Allah SWT,.. dan ia terjatuh dari batu dan batu itu sendiri terbalik menjadi semacam kubah yang melindungi Nabi Musa A.S agar tidak terbakar Cahaya.
Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril A.S untuk membalikkan batu itu dari tubuh nya. Wajah Nabi Musa A.S memancarkan cahaya kemuliaan, rambutnya memutih karena cahaya.
Maka setelah Musa sedar kembali, dia berkata " Maha Suci Engkau ,sungguh aku bertaubat kepada MU dan aku adalah orang yang pertama sekali beriman...."
Kemudian Allah berfirman "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilihmu melebihi umat manusia yang ada pada zamanmu, dengan membawa perutusan Ku yakni Kitab Taurat, dan dengan KalamKu, terimalah apa yang Aku kurniakan kepadamu, dan jadikanlah dirimu dari orang-orang yang bersyukur "...
Kisah Nabi Palsu Dan Pemuda Soleh
Posted By:
Wahyu
on 16.11
Di tanah Yeman ada seorang bekas dukun dan tabib di zaman jahiliyyah. Namanya Aswad Al-‘Ansiy.... Ketika Berita tentang Rasulullah SAW jatuh sakit setelah pulang dari haji wada’ tersebar ke seluruh pelosok Jazirah Arab,... beliau telah mengambil kesempatan untuk keluar dari agama Islam (murtad) dan mengaku sebagai Nabi. ..
Aswad Al-‘Ansiy terkenal sebagai yang pandai berbicara, pidato, penuh diplomasi, selain otaknya yang cukup cerdas dan pandai menarik perhatian... Dihadapan umum, dia selalu melindungi wajahnya dibalik selembar kain hitam.... Itu sengaja dilakukan untuk menyamar dan mengaburi mata awam untuk menimbulkan wibawa dihadapan masyarakat.
Dengan cepat seruan dakwah Aswad Al-‘Ansiy yang mengaku nabi itu telah terdengar dan kemudian mendapat sokongan dan pengikut di sekitar Yeman. ...Dakwah Aswad Al-‘Ansiy telah diikuti oleh majority penduduk Yeman yang memang berasal dari Kabilahnya sendiri, yaitu Kabilah Bani Madzhaj. ..Saat itu, Kabilah Bani Madzhaj adalah kelompok yang paling berkuasa di Yeman....
Aswad Al-‘Ansiy mengeluarkan fatwa bahwa malaikat dari langit telah turun kepadanya dan memberi wahyu dan memberitakan hal-hal ghaib kepada dirinya.... Perkataan itu diperkuat dengan segala cara untuk meyakinkan manusia..... dia juga mengarahkan dan menempatkan anak2 buahnya disetiap daerah. ...Tugas mereka adalah sebagai pengintip tentang keadaan dan kondisi masyarakat di Yeman,... mereka juga menciptakan kekacauan dan kesulitan di kalangan masyarakat dan kemudian menganjurkan mereka mengadukan permasalahan mereka kepada Aswad Al-‘Ansiy....
Masyarakat pun mula datang ke hadapan Aswad Al-‘Ansiy, masing-masing mengadukan masalah mereka, dan dengan penampilan yang meyakinkan ...Aswad seolah-olah mengetahui segala permasalahan mereka... dan berjaya menyelesaikan semua masalah2 tersebut....berita tentang kenabian Aswad ini telah merebak dengan cepat dan luas, hingga Hadramaut dan Tha’if, bahkan sampai ke wilayah Bahrain dan ‘Adn.
Berita itu telah sampai ke pengetahuan seorang pemuda yang bernama Abu Muslim al-Khaulani. Seorang pemuda yang tetap yakin dengan rukun iman dan tetap berpegang teguh terhadap prinsip Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.... Bahkan dengan terang-terangan ia berani mencela dan membantah kelakuan Aswad Al-‘Ansiy. ...
Mendegar hal ini ...Aswad Al-‘Ansiy segera mengumpulkan pengikut2nya dan mengatur satu upacara untuk memaksa Abu Muslim melalui siksaan supaya murtad atau dijatuhkan hukuman bunuh. Caranya adalah dengan mengadakan majlis peribadatan dan mengundang segenap masyarakat untuk datang melihat... Ditengah2 upacara majlis sudah tersedia satu unggun kayu yang telah dibakar. Ia mengumumkan kepada khalayak tentang Abu Muslim Al-Khaulani, untuk mengakui kenabiannya.... Mendengar hal tersebut, Abu Muslim sama sekali tidak gentar, bahkan ia berani mempertaruhkan nyawa jika memang dikehendaki Allah. ... dia juga merasa berkewajiban untuk menentang sekaligus menjatuhkan kewibawaan Nabi palsu itu dihadapan masyarakat.
Aswad Al-‘Ansiy duduk diatas singgasananya dihadapan kobaran api. Dan Abu Muslim dengan penuh tawakkal kepada Allah maju ke tengah lapangan. Mulailah dialog antara musuh Allah dengan hamba-Nya yang shalih....
Aswad Al-‘Ansiy bertanya: “Apakah anda bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah?,”
“Ya, saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah, dia penghulu para Rasul dan Nabi terakhir…” dengan tegas Abu Muslim menjawab pertanyaan tersebut.
Aswad Al-‘Ansiy pun bertanya lagi : “ Apakah anda mengakui bahwa saya adalah utusan Allah?”.
Dengan tenang dan tanpa rasa takut Abu Muslim berkata: “ telingaku kurang jelas menangkap kata-katamu…” Tapi setelah berulang kali Aswad mengulangi pertanyaannya, Abu Muslim tetap menjawab dengan kata-kata yang sama. Mendengar ejekan itu dan melihat ketenangan dan keteguhan Abu Muslim... akhirnya Aswad Al-‘Ansiy memerintahkan supaya Abu Muslim untuk dibakar di tengah2 api yang telah menyala-nyala...Maka terjadilah apa yang dikehendaki Allah,dimana api tidak dapat membakar jasad Abu Muslim Al-Khaulani....rakyat yang melihat kejadian itu menjadi buntu termasuklah Aswad Al-‘Ansiy sendiri , demi untuk menjaga air mukanya ....lalu dia perintahkan Abu Muslim supaya keluar dari Negeri itu...sebelum siksaan2 lain yang lebih kejam dikenakan keatas dirinya....
Setelah peristiwa itu Abu Muslim serta-merta memutuskan untuk berhijrah ke kota Madinah untuk bertemu dengan Rasulullah dan meninggalkan kaumnya yang telah sesat akibat termakan ajaran Aswad Al-‘Ansiy....peristiwa tersebut juga telah membangkitkan keimanan penduduk Yeman dan mereka akhirnya sedar akan keterlanjuran yang telah mereka lakukan....tidak lama selepas penghijrahan Abu Muslim ke Madinah....mereka kemudian telah merancang dan membunuh Aswad Al-‘Ansiy yang mengaku Nabi itu serta pengikut2nya yg setia...dan mereka kembali memeluk agama Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah..
Ketika Abu Muslim sampai di Madinah, tiba-tiba ia mendengar berita sedih, bahawasanya Rasulullah SAW telah wafat.... Dan kepemimpinan kaum muslimin saat itu telah beralih kepada Abu Bakar As-Siddiq R.A.....Abu Muslim terus berlalu menuju masjid Rasulullah SAW, (masjid Nabawi).... Setelah sampai di depan pintu masjid ia mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. Dan kemudian melakukan shalat dengan penuh khusyu’.
“Dari manakah anda wahai pemuda ?” Saidina Umar R.A yang saat itu juga berada di dalam masjid menyapa Abu Muslim, setelah selesai shalat. Abu Muslim menjawab: “Aku berasal dari Yeman.”
Agak terperanjat Saidina Umar mendengar jawaban Abu Muslim, lalu ia bertanya: “…Tolong ceritakan kepadaku bagaimana keadaan hamba Allah yang telah dibakar oleh musuh-Nya, kemudian ia diselamatkan dari jilatan api…?”
Abu Muslim pun menjelaskan: “Alhamdulillah, saat ini dia berada dalam kebaikan dan dalam perlindungan Allah.”
Sejak awal pertemuannya dengan pemuda Yeman ini, sebenarnya Sadina Umar R.A telah menyimpan syak... setelah melihat sikap dan gerak-gerik Abu Muslim. Saidina Umar R.A memandang wajah dan perawakan pemuda itu, dan akhirnya ia berkata: “Demi Allah, bukankah anda ini orangnya…?”. Abu Muslim pun menjawab: “Ya benar.”
Saidina Umar R.A lantas mencium antara dua kening Abu Muslim dan berkata : “Alhamdulillah Allah telah memperkenankan diriku untuk bertemu dengan salah seorang umat Muhammad yang telah diberi karunia sebagaimana karunia yang pernah diberikan kepada khalil-Nya Ibrahim A.S …
Kisah Mati Syahid Menjelang Pernikahan
Posted By:
Wahyu
on 16.09
Sa'ad b. Muaz memiliki kulit yang tersangat hitam, ada riwayat mengatakan lebih hitam dari Bilal... Beliau mengenali Islam ketika berusia 31 tahun....dan hanya sempat menjalani kehidupan sebagai umat Nabi Muhammad S.A.W selama 6 tahun, sebelum Syahid di medan perang.
Diceritakan, Sa'ad b. Muaz
ingin berkahwin, namun selalu ditolak pinangannya kerana kekurangan
dari segi sifat fizikalnya yang terlalu hitam...Rasa kecewa dengan perkara
itu lalu beliau mendatangi Rasulullah untuk mengadu, “wahai Rasulullah, .. adakah aku ini hina kerna kulitku yang hitam sehingga pinanganku ditolak berkali-kali..?” ..lalu Rasulullah bekata “...jangan bimbang Sa'ad, engkau adalah orang yang aku jamin”...
Suatu hari, Rasulullah SAW menyuruh Sa'ad b. Muaz meminang seorang perempuan yang merupakan perempuan yang cantik di Madinah,.. namun Sa'ad enggan,
kerana rasa kecewa dengan penolakan pinangan-pinangan sebelum ini....
Hanya setelah Rasulullah memberi jaminan, barulah Sa'ad berani pergi meminang.
Sampai
di rumah keluarga perempuan itu, beliau duduk berbual bersama tuan rumah, beliau menyatakan hasratnya datang
untuk masuk meminang,..dan perkara itu menyebabkan bapa perempuan itu terdiam seketika...
Disebabkan terkejut, bapa perempuan itu telah menghalau Sa'ad dari rumahnya. Sa'ad beredar dari rumah itu kembali untuk bertemu Rasulullah dengan perasaan yang sedih...
Perempuan yang dipinang itu keluar
dan bertanya kepada bapanya mengapa menolak pinangan tersebut ?,... kerana
lelaki itu adalah pilihan Rasulullah.... Maka, segera si bapa berlari
berjumpa Rasulullah bagi mengelakkan Sa'ad sempat berjumpa Baginda ...Kemudian datang bapa gadis tersebut menemui Rasulullah dan memohon maaf kerana menolak pinangan Sa'ad sebelum itu dan menyatakan persetujuaannya di atas pinangan tersebut.
Ditanya Rasulullah kepada Sa'ad, adakah beliau mempunyai duit untuk berkahwin ?... Maka jawab Sa'ad
..tiada, lalu Rasulullah menyuruh beliau menemui Abdul Rahman bin Auf
dan meminta 20 dinar, menemui Abu Bakar dan meminta 10 dinar dan
Saidina Ali berjumlah 10 dinar.
Maka, apabila beliau
berjumpa dengan sahabat Rasulullah yang tersebut dan mengetahui
perintah tersebut, Saidina Abdul Rahman b. Auf telah memberikan 40
dinar, manakala Saidina Abu Bakar dan Saidina Ali memberikan 20 dinar
setiap seorang. Sa'ad kini telah mempunyai 80 dinar untuk perkahwinannya. Rasulullah menyuruh Sa'ad
menggunakan 40 dinar untuk perkahwinannya dan 40 dinar lagi untuk
persiapan selepas perkahwinan iatu peralatan memasak dan sebagainya..
Sa'ad b. Muaz pun
pergi ke pasar bagi tujuan membeli peralatan-peralatan tersebut...
Sedang beliau memilih dan membelek barang-barang, terdengar panggilan
seruan untuk berjihad ke medan peperangan kerana musuh telah tiba. Sa'ad terdengar seruan jihad dari Rasulullah “ wahai pemuda2 Islam !!.. bersiap sedia segera... kerna musuh sedang datang untuk menyerang kita..!!! ”...Maka secara tiba-tiba, terlupa Sa'ad akan
tujuan asal datang ke pasar,... terlupa perempuan cantik bakal
isterinya dan majlis perkahwinannya... Beliau sebaliknya telah
menggunakan wang tersebut untuk membeli kuda, pedang dan baju perisai
bagi menyahut seruan jihad itu.
Ketika sampai di Medan perang... mereka yang bersedia untuk berjihad telah berkumpul dan membentuk barisan,.. Sa'ad
pergi ke barisan hadapan sekali, ...Beliau menutup seluruh muka dan tubuhnya, sehingga
dia tidak dikenali oleh semua ahli pasukan yang ikut berperang... Para
sahabat berbisik-bisik kagum dengan kegagahan beliau dan menganggap
mungkin orang Yeman yang turut serta berjuang bersama-sama mereka.
Dalam peperangan itu, kuda yang dinaiki Sa'ad
telah dipanah hingga jatuh... dan beliau bangun dan menyinsing
lengannya... Ketika itulah sahabat mengecamnya dari warna kulit beliau
yang Hitam legam itu.... Beliau akhirnya telah syahid tanpa sempat
berkahwin dan menyentuh bakal isterinya. Dan diceritakan oleh Rasulullah
SAW,... 70,000 Malaikat di langit dan bumi menyaksikan Sa'ad gugur syahid,... sehingga 'Arasy' di langit ketujuh bergegar kerana tangisan para malaikat.
Sa'ad b. Muaz
dimuliakan oleh Allah di saat kematiannya... seorang yang hanya 6
tahun jangka hayatnya dalam Islam.. Apakah kita yang mengaku Islam sejak lahir
hingga hari ini adalah Islam yang akan dimuliakan oleh Allah di saat
kematian kita kelak...??
Kisah Usamah Bin Zaid
Posted By:
Wahyu
on 16.06
Tahun ke-tujuh
sebelum hijrah.... Ketika itu Rasulullah SAW sedang
susah kerana tindakan kaum Qurasy yang menyakiti baginda dan para sahabat....
Kesulitan dan kesusahan berdakwah menyebabkan baginda senantiasa harus bersabar....
Dalam suasana seperti itu, tiba-tiba baginda didatangkan dengan khabar
gembira... berita mengabarkan kepada beliau, “Ummu Aiman melahirkan seorang
bayi laki-laki.” Wajah Rasulullah berseri-seri karena gembira menyambut berita
tersebut....
Siapakah bayi itu ? Sehingga, kelahirannya dapat mengubati hati Rasulullah SAW yang sedang berduka, berubah menjadi gembira ? .... Dialah, Usamah bin Zaid.
Para sahabat tidak merasa pelik bila melihat Rasulullah gembira dengan kelahiran bayi yang baru itu. Karena, mereka mengetahui kedudukan kedua orang tua bayi itu di sisi Rasulullah..... Ibu bayi tersebut ialah seorang wanita Habsyi yang diberkati, terkenal dengan panggilan “Ummu Aiman”(Barakah)....
Siapakah bayi itu ? Sehingga, kelahirannya dapat mengubati hati Rasulullah SAW yang sedang berduka, berubah menjadi gembira ? .... Dialah, Usamah bin Zaid.
Para sahabat tidak merasa pelik bila melihat Rasulullah gembira dengan kelahiran bayi yang baru itu. Karena, mereka mengetahui kedudukan kedua orang tua bayi itu di sisi Rasulullah..... Ibu bayi tersebut ialah seorang wanita Habsyi yang diberkati, terkenal dengan panggilan “Ummu Aiman”(Barakah)....
Ummu Aiman
adalah bekas orang gajian ibunda
Rasulullah Aminah binti Wahab.... Dialah yang mengasuh Rasulullah sewaktu kecil,
selama ibunya masih hidup...dan dia juga lah yang mejaga Baginda sesudah ibunda
wafat sehingga Rasulullah berkahwin dengan Khadijah..
Rasulullah
menyayangi Ummu Aiman, sebagaimana layaknya sayangnya seorang anak kepada
ibunya.... Baginda sering berucap, “Ummu Aiman adalah ibuku... satu-satunya
sesudah ibu kandung ku wafat, dan satu-satunya keluargaku yang masih ada.”
Adapun bapa kepada bayi itu adalah bekas orang gajian (hamba) kesayangan Rasulullah, Zaid bin Haritsah.... Rasulullah kemudian mengisytiharkan Zaid merdeka dan sebagai anak angkatnya sebelum ia memeluk Islam... Dia menjadi sahabat baginda dan tempat mempercayakan segala rahasia.... Dia juga menjadi salah seorang anggota keluarga dalam rumah tangga baginda dan orang yang sangat dikasihi dalam Islam....
Kaum muslimin turut bergembira dengan kelahiran Usamah bin Zaid, melebihi kegembiraan mereka atas kelahiran bayi-bayi lainnya.... Hal itu biasa terjadi, kerana tiap-tiap sesuatu yang disukai Rasulullah juga disukai oleh mereka.... Bila baginda bergembira mereka pun turut bergembira... Bayi yang sangat beruntung itu mereka panggil “Al-Hibb wa Ibn Hibb” (kesayangan anak kesayangan)... Kaum muslimin tidak berlebih-lebihan memanggil Usamah yang masih bayi itu dengan panggilan tersebut.... Kerana, Rasulullah memang sangat menyayangi Usamah.
Adapun bapa kepada bayi itu adalah bekas orang gajian (hamba) kesayangan Rasulullah, Zaid bin Haritsah.... Rasulullah kemudian mengisytiharkan Zaid merdeka dan sebagai anak angkatnya sebelum ia memeluk Islam... Dia menjadi sahabat baginda dan tempat mempercayakan segala rahasia.... Dia juga menjadi salah seorang anggota keluarga dalam rumah tangga baginda dan orang yang sangat dikasihi dalam Islam....
Kaum muslimin turut bergembira dengan kelahiran Usamah bin Zaid, melebihi kegembiraan mereka atas kelahiran bayi-bayi lainnya.... Hal itu biasa terjadi, kerana tiap-tiap sesuatu yang disukai Rasulullah juga disukai oleh mereka.... Bila baginda bergembira mereka pun turut bergembira... Bayi yang sangat beruntung itu mereka panggil “Al-Hibb wa Ibn Hibb” (kesayangan anak kesayangan)... Kaum muslimin tidak berlebih-lebihan memanggil Usamah yang masih bayi itu dengan panggilan tersebut.... Kerana, Rasulullah memang sangat menyayangi Usamah.
Usamah sebaya dengan cucu Rasulullah, Hasan.....
Hasan berkulit putih tampan, sangat mirip dengan datuknya, Rasulullah SAW...sementara
Usamah kulitnya hitam, hidungnya pesek,
sangat mirip dengan ibunya wanita Habsyi.... Namun, kasih sayang Rasulullah
kepada keduanya tiada berbeza.... Beliau sering mengambil Usamah, lalu
meletakkan di salah satu pahanya.... Kemudian, diambilnya pula Hasan, dan
diletakkannya di paha yang satunya lagi... Kemudian, kedua2 anak itu dirangkul
bersama-sama ke dadanya, seraya berkata, “Ya Allah, saya menyayangi kedua anak
ini, maka sayangi lah pula akan mereka!”
Begitu sayangnya Rasulullah kepada Usamah, pada suatu kali Usamah tersandung pintu sehingga keningnya luka dan berdarah.... Rasulullah menyuruh Aisyah membersihkan darah dari luka Usamah, tetapi Aisyah tidak mampu melakukannya.... baginda sendiri mendapatkan Usamah, lalu baginda hisap darah yang keluar dari lukanya dan diludahkannya.... Sesudah itu, baginda memujuk Usamah dengan kata-kata manis yang menyenangkan hingga hatinya merasa tenteram kembali....
Sebagaimana Rasulullah menyayangi Usamah waktu kecil, baginda juga tetap menyayanginya ketika dia dewasa.... Hakam bin Hizam, seorang pemimpin Qurasy, pernah menghadiahkan pakaian mahal kepada Rasulullah SAW... Hakam membeli pakaian itu di Yaman dengan harga lima puluh dinar emas dari Yazan, seorang pembesar Yaman. Rasulullah enggan menerima hadiah dari Hakam, sebab ketika itu dia masih musyrik.... Lalu, pakaian itu dibeli oleh baginda dan hanya dipakainya sekali ketika hari Jumat... Pakaian itu kemudiannya diberikan kepada Usamah.... Usamah senantiasa memakainya pagi dan petang di tengah-tengah para pemuda Muhajirin dan Anshar sebayanya.
Ketika Usamah meningkat remaja, sifat-sifat dan pekerti yang mulia sudah kelihatan pada dirinya, yang memang layak menjadikannya sebagai kesayangan Rasulullah.... Dia cerdik dan pintar, bijaksana dan pandai, takwa dan wara’....bahkan dia senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela.
Waktu terjadi Perang Uhud, Usamah bin Zaid datang ke hadapan Rasulullah SAW. Beserta serombongan pemuda2 sebayanya,terdiri dari putra-putra para sahabat... Mereka ingin turut jihad fi-sabilillah. ...Sebahagian mereka diterima Rasulullah dan sebahagian lagi ditolak karena usianya masih sangat muda.... Usamah bin Zaid termasuk kelompok pemuda2 yang tidak diterima. ...Karena itu, Usamah pulang sambil menangis.... Dia sangat sedih karena tidak diperkenankan untuk turut berperang di bawah bendera Rasulullah SAW.
Dalam Perang Khandaq, Usamah bin Zaid datang lagi bersama kawan-kawan remaja, putra para sahabat. ....Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau memperkenankannya untuk ikut berperang.... Rasulullah kasihan melihat Usamah yang keras hati ingin turut berperang.... Kerana itu, beliau mengizinkannya, Usamah pergi berperang menyandang pedang,.. jihad fi-sabilillah.... Ketika itu dia baru berusia lima belas tahun.
Ketika terjadi Perang Hunain,.. tentara muslimin terdesak sehingga barisan hadapannya menjadi kacau bailau. ...Tetapi, Usamah bin Zaid tetap bertahan bersama-sama dengan ‘Abbas (bapa saudara Rasulullah), dan enam orang lainnya dari para sahabat yang mulia... Dengan kelompok kecil ini, Rasulullah berhasil mengembalikan kepincangan para sahabatnya kepada kemenangan..... Beliau berhasil menyelematkan kaum muslimin yang lari dari di kejar kaum musyrikin.
Dalam Perang Mu’tah, Usamah turut berperang di bawah pimpinan perang ayahnya, Zaid bin Haritsah.... Ketika itu umurnya kira-kira lapan belas tahun.
Usamah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bila mana ayahnya tewas di medan tempur sebagai syuhada.... Tetapi, Usamah tidak takut dan tidak pula mundur.... Bahkan, dia terus bertempur tanpa henti di bawah komandan Ja’far bin Abi Thalib hingga Ja’far syahid di hadapan matanya juga.... Usamah menyerbu di bawah komandan Abdullah bin Rawahah hingga pahlawan ini juga gugur menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid. Kemudian, komandan tentera islam diambil alih oleh Khalid bin Walid,.... Usamah bertempur di bawah komandan Khalid.... Dengan jumlah tentara yang tinggal sedikit, kaum muslimin akhirnya melepaskan diri dari cengkeraman tentera Rom.
Selesai peperangan, Usamah kembali ke Madinah dengan menyerahkan berita kematian ayahnya kepada Allah SWT... Jasad ayahnya ditinggalkan dan dimakamkam di bumi Syam (Syiria) sebagai mengenang segala kebaikannya ....
Pada tahun ke-sebelas (11) hijrah ...Rasulullah menurunkan perintah agar menyiapkan bala tentera untuk memerangi pasukan Rom.... Dalam pasukan itu terdapat antara lainnya, Abu Bakar As-Sidiq, Umar Al-Khattab, Sa’ad bin Abi Waqqas, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan lain-lain sahabat yang tua-tua (senior).
Rasulullah SAW mengangkat Usamah bin Zaid yang masih remaja menjadi panglima seluruh pasukan yang akan diberangkatkan.... Ketika itu usia Usamah belum melebihi dua puluh tahun. Beliau memerintahkan Usamah supaya berhenti di Balqa’ dan Qal’atut Daarum dekat Gazzah, termasuk wilayah kekuasaan Rom.
Ketika bala tentera sedang bersiap-siap menunggu perintah berangkat, Rasulullah SAW jatuh sakit dan kian hari sakitnya semakin tenat.... Kerana sebab itu, keberangkatan pasukan ditangguhkan sementara menunggu keadaan Rasulullah pulih.
Kata Usamah, “Ketika sakit Rasulullah bertambah berat, saya datang menghadap baginda, setelah saya masuk, saya dapati baginda sedang diam tidak berkata-kata karena kerasnya sakit beliau. Tiba-tiba baginda mengangkat tangan dan meletakkannya ke tubuh saya. Saya tahu baginda memanggilku.”
Tidak berapa lama kemudian Rasulullah pulang ke rahmatullah (wafat). Abu Bakar As-Sidiq kemudian terpilih dan dilantik menjadi khalifah.... Khalifah Abu Bakar meneruskan pengiriman tentara di bawah pimpinan Usamah bin Zaid, sesuai dengan rencana awal yang telah digariskan Rasulullah.... Tetapi, sekelompok kaum Ansar menghendaki supaya menangguhkan pemberangkatan pasukan. ...Mereka meminta Umar Al-Khattab berbincang dengan Khalifah Abu Bakar.
Kata mereka, “Jika khalifah tetap berkeras hendak meneruskan pengiriman pasukan sebagaimana dikehendakinya, kami mengusulkan panglima pasukan (Usamah) yang masih remaja ditukar dengan tokoh yang lebih tua dan berpengalaman.”
Mendengar ucapan Umar yang menyampaikan usul dari kaum Ansar itu, Abu Bakar bangun menghampiri Umar seraya berkata dengan marah, “Hai putra Khattab ! Rasulullah telah mengangkat Usamah. Engkau tahu itu. Kini engkau menyuruhku membatalkan keputusan Rasululllah ??... Demi Allah, tidak akan aku lakukan begitu!”
Bila Umar kembali kepada orang banyak, mereka menanyakan bagaimana hasil perbincangan dengan khalifah tentang usul mereka. Kata Umar, “Setelah saya sampaikan usul kalian kepada Khalifah, belaiu menolak ,malahan saya di marahi pula.... Saya dikatakan berani untuk membatalkan keputusan Rasulullah. " Maka, pasukan tentara muslimin pun berangkat di bawah pimpinan panglima yang masih muda remaja, Usamah bin Zaid. ....Khalifah Abu Bakar turut menghantarkannya berjalan kaki, sedangkan Usamah menunggang Kuda.
Kata Usamah, “Wahai Khalifah Rasulullah! Anda sajalah yang menaiki kuda ini... Biarlah saya turun dan berjalan kaki. “
Jawab Abu Bakar, “Demi Allah! jangan turun! Demi Allah! saya tidak mahu menaiki kuda! Biarlah kaki saya kotor, sementara mengantar engkau berjuang fi-sabilillah! Saya titipkan engkau, agama engkau, kesetiaan engkau, dan kesudahan perjuangan engkau kepada Allah.....Saya berwasiat kepada engkau, laksanakan sebaik-baiknya segala perintah Rasulullah kepadamu!”
Kemudian, Khalifah Abu Bakar lebih mendekat kepada Usamah. Katanya, “Jika engkau setuju biarlah Umar tinggal bersama saya.... Izinkanlah dia tinggal untuk membantu saya.." Usamah kemudian mengizinkannya...
Usamah terus maju membawa pasukan tentara yang dipimpinnya. Segala perintah Rasulullah kepadanya dilaksanakan sebaik-baiknya.... Tiba di Balqa’ dan Qal’atud Daarum, (termasuk daerah Palestina), Usamah berhenti dan memerintahkan tenteranya berkemah...Dari situ beliau merangka stratergi dan dengan kebijaksanaan motivasi beliau, Kehebatan Rom dapat dihapuskan dari hati kaum muslimin.
Lalu, dibentangkannya jalan raya di hadapan mereka bagi penaklukan Syam (Syiria) dan Mesir...
Usamah berhasil kembali dari medan perang dengan kemenangan gemilang. Mereka membawa harta rampasan yang banyak, melebihi perkiraan yang diduga orang.... Sehingga, orang mengatakan, “Belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh dan berhasil membawa harta rampasan sebanyak yang dibawa pasukan Usamah bin Zaid.”
Usamah bin Zaid sepanjang hidupnya berada di tempat terhormat dan dicintai kaum muslimin. Karena, dia senantiasa mengikuti sunah Rasulullah dengan sempurna dan memuliakan peribadi Rasulullah.
Begitu sayangnya Rasulullah kepada Usamah, pada suatu kali Usamah tersandung pintu sehingga keningnya luka dan berdarah.... Rasulullah menyuruh Aisyah membersihkan darah dari luka Usamah, tetapi Aisyah tidak mampu melakukannya.... baginda sendiri mendapatkan Usamah, lalu baginda hisap darah yang keluar dari lukanya dan diludahkannya.... Sesudah itu, baginda memujuk Usamah dengan kata-kata manis yang menyenangkan hingga hatinya merasa tenteram kembali....
Sebagaimana Rasulullah menyayangi Usamah waktu kecil, baginda juga tetap menyayanginya ketika dia dewasa.... Hakam bin Hizam, seorang pemimpin Qurasy, pernah menghadiahkan pakaian mahal kepada Rasulullah SAW... Hakam membeli pakaian itu di Yaman dengan harga lima puluh dinar emas dari Yazan, seorang pembesar Yaman. Rasulullah enggan menerima hadiah dari Hakam, sebab ketika itu dia masih musyrik.... Lalu, pakaian itu dibeli oleh baginda dan hanya dipakainya sekali ketika hari Jumat... Pakaian itu kemudiannya diberikan kepada Usamah.... Usamah senantiasa memakainya pagi dan petang di tengah-tengah para pemuda Muhajirin dan Anshar sebayanya.
Ketika Usamah meningkat remaja, sifat-sifat dan pekerti yang mulia sudah kelihatan pada dirinya, yang memang layak menjadikannya sebagai kesayangan Rasulullah.... Dia cerdik dan pintar, bijaksana dan pandai, takwa dan wara’....bahkan dia senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela.
Waktu terjadi Perang Uhud, Usamah bin Zaid datang ke hadapan Rasulullah SAW. Beserta serombongan pemuda2 sebayanya,terdiri dari putra-putra para sahabat... Mereka ingin turut jihad fi-sabilillah. ...Sebahagian mereka diterima Rasulullah dan sebahagian lagi ditolak karena usianya masih sangat muda.... Usamah bin Zaid termasuk kelompok pemuda2 yang tidak diterima. ...Karena itu, Usamah pulang sambil menangis.... Dia sangat sedih karena tidak diperkenankan untuk turut berperang di bawah bendera Rasulullah SAW.
Dalam Perang Khandaq, Usamah bin Zaid datang lagi bersama kawan-kawan remaja, putra para sahabat. ....Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau memperkenankannya untuk ikut berperang.... Rasulullah kasihan melihat Usamah yang keras hati ingin turut berperang.... Kerana itu, beliau mengizinkannya, Usamah pergi berperang menyandang pedang,.. jihad fi-sabilillah.... Ketika itu dia baru berusia lima belas tahun.
Ketika terjadi Perang Hunain,.. tentara muslimin terdesak sehingga barisan hadapannya menjadi kacau bailau. ...Tetapi, Usamah bin Zaid tetap bertahan bersama-sama dengan ‘Abbas (bapa saudara Rasulullah), dan enam orang lainnya dari para sahabat yang mulia... Dengan kelompok kecil ini, Rasulullah berhasil mengembalikan kepincangan para sahabatnya kepada kemenangan..... Beliau berhasil menyelematkan kaum muslimin yang lari dari di kejar kaum musyrikin.
Dalam Perang Mu’tah, Usamah turut berperang di bawah pimpinan perang ayahnya, Zaid bin Haritsah.... Ketika itu umurnya kira-kira lapan belas tahun.
Usamah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bila mana ayahnya tewas di medan tempur sebagai syuhada.... Tetapi, Usamah tidak takut dan tidak pula mundur.... Bahkan, dia terus bertempur tanpa henti di bawah komandan Ja’far bin Abi Thalib hingga Ja’far syahid di hadapan matanya juga.... Usamah menyerbu di bawah komandan Abdullah bin Rawahah hingga pahlawan ini juga gugur menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid. Kemudian, komandan tentera islam diambil alih oleh Khalid bin Walid,.... Usamah bertempur di bawah komandan Khalid.... Dengan jumlah tentara yang tinggal sedikit, kaum muslimin akhirnya melepaskan diri dari cengkeraman tentera Rom.
Selesai peperangan, Usamah kembali ke Madinah dengan menyerahkan berita kematian ayahnya kepada Allah SWT... Jasad ayahnya ditinggalkan dan dimakamkam di bumi Syam (Syiria) sebagai mengenang segala kebaikannya ....
Pada tahun ke-sebelas (11) hijrah ...Rasulullah menurunkan perintah agar menyiapkan bala tentera untuk memerangi pasukan Rom.... Dalam pasukan itu terdapat antara lainnya, Abu Bakar As-Sidiq, Umar Al-Khattab, Sa’ad bin Abi Waqqas, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan lain-lain sahabat yang tua-tua (senior).
Rasulullah SAW mengangkat Usamah bin Zaid yang masih remaja menjadi panglima seluruh pasukan yang akan diberangkatkan.... Ketika itu usia Usamah belum melebihi dua puluh tahun. Beliau memerintahkan Usamah supaya berhenti di Balqa’ dan Qal’atut Daarum dekat Gazzah, termasuk wilayah kekuasaan Rom.
Ketika bala tentera sedang bersiap-siap menunggu perintah berangkat, Rasulullah SAW jatuh sakit dan kian hari sakitnya semakin tenat.... Kerana sebab itu, keberangkatan pasukan ditangguhkan sementara menunggu keadaan Rasulullah pulih.
Kata Usamah, “Ketika sakit Rasulullah bertambah berat, saya datang menghadap baginda, setelah saya masuk, saya dapati baginda sedang diam tidak berkata-kata karena kerasnya sakit beliau. Tiba-tiba baginda mengangkat tangan dan meletakkannya ke tubuh saya. Saya tahu baginda memanggilku.”
Tidak berapa lama kemudian Rasulullah pulang ke rahmatullah (wafat). Abu Bakar As-Sidiq kemudian terpilih dan dilantik menjadi khalifah.... Khalifah Abu Bakar meneruskan pengiriman tentara di bawah pimpinan Usamah bin Zaid, sesuai dengan rencana awal yang telah digariskan Rasulullah.... Tetapi, sekelompok kaum Ansar menghendaki supaya menangguhkan pemberangkatan pasukan. ...Mereka meminta Umar Al-Khattab berbincang dengan Khalifah Abu Bakar.
Kata mereka, “Jika khalifah tetap berkeras hendak meneruskan pengiriman pasukan sebagaimana dikehendakinya, kami mengusulkan panglima pasukan (Usamah) yang masih remaja ditukar dengan tokoh yang lebih tua dan berpengalaman.”
Mendengar ucapan Umar yang menyampaikan usul dari kaum Ansar itu, Abu Bakar bangun menghampiri Umar seraya berkata dengan marah, “Hai putra Khattab ! Rasulullah telah mengangkat Usamah. Engkau tahu itu. Kini engkau menyuruhku membatalkan keputusan Rasululllah ??... Demi Allah, tidak akan aku lakukan begitu!”
Bila Umar kembali kepada orang banyak, mereka menanyakan bagaimana hasil perbincangan dengan khalifah tentang usul mereka. Kata Umar, “Setelah saya sampaikan usul kalian kepada Khalifah, belaiu menolak ,malahan saya di marahi pula.... Saya dikatakan berani untuk membatalkan keputusan Rasulullah. " Maka, pasukan tentara muslimin pun berangkat di bawah pimpinan panglima yang masih muda remaja, Usamah bin Zaid. ....Khalifah Abu Bakar turut menghantarkannya berjalan kaki, sedangkan Usamah menunggang Kuda.
Kata Usamah, “Wahai Khalifah Rasulullah! Anda sajalah yang menaiki kuda ini... Biarlah saya turun dan berjalan kaki. “
Jawab Abu Bakar, “Demi Allah! jangan turun! Demi Allah! saya tidak mahu menaiki kuda! Biarlah kaki saya kotor, sementara mengantar engkau berjuang fi-sabilillah! Saya titipkan engkau, agama engkau, kesetiaan engkau, dan kesudahan perjuangan engkau kepada Allah.....Saya berwasiat kepada engkau, laksanakan sebaik-baiknya segala perintah Rasulullah kepadamu!”
Kemudian, Khalifah Abu Bakar lebih mendekat kepada Usamah. Katanya, “Jika engkau setuju biarlah Umar tinggal bersama saya.... Izinkanlah dia tinggal untuk membantu saya.." Usamah kemudian mengizinkannya...
Usamah terus maju membawa pasukan tentara yang dipimpinnya. Segala perintah Rasulullah kepadanya dilaksanakan sebaik-baiknya.... Tiba di Balqa’ dan Qal’atud Daarum, (termasuk daerah Palestina), Usamah berhenti dan memerintahkan tenteranya berkemah...Dari situ beliau merangka stratergi dan dengan kebijaksanaan motivasi beliau, Kehebatan Rom dapat dihapuskan dari hati kaum muslimin.
Lalu, dibentangkannya jalan raya di hadapan mereka bagi penaklukan Syam (Syiria) dan Mesir...
Usamah berhasil kembali dari medan perang dengan kemenangan gemilang. Mereka membawa harta rampasan yang banyak, melebihi perkiraan yang diduga orang.... Sehingga, orang mengatakan, “Belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh dan berhasil membawa harta rampasan sebanyak yang dibawa pasukan Usamah bin Zaid.”
Usamah bin Zaid sepanjang hidupnya berada di tempat terhormat dan dicintai kaum muslimin. Karena, dia senantiasa mengikuti sunah Rasulullah dengan sempurna dan memuliakan peribadi Rasulullah.
Malaikat Mungkar dan Nangkir
Posted By:
Wahyu
on 16.03
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas sebuah hadis tentang pengalaman Isra' Nabi Muhammad SAW,.. ia mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda,
“Aku bertanya kepada Jibril, ‘Siapa mereka?’ Jibril menjawab, ‘Malaikat
Munkar dan Nankir, mereka akan mendatangi setiap insan ketika ia sudah
diletakkan dikuburnya sendirian.’ Aku bertanya, ‘Jibril tolong ceritakan
kepadaku sifat kedua malaikat itu.’ Jibril menjawab, ‘Baiklah.
Mereka adalah makhluk yang tinggi besar, rupanya(wajah) sangat mengerikan, suaranya menggelegar bagaikan petir, susuk matanya tajam bagai kilat yang menyambar, taringnya runcing bagai tanduk, dari mulutnya, hidungnya, dan telinganya keluar api yang menyala-nyala, rambutnya menyapu tanah, kukunya runcing, dan masing-masing memegang tongkat dari besi yang sangat berat sehingga tidak sanggup digerakkan oleh seluruh makhluk yang ada di muka bumi. !!!
Mereka mendatangi seseorang yang telah diletakkan di dalam kuburnya sendirian.... Dengan izin Allah mereka mengembalikan rohnya ke dalam jasadnya kemudia menyuruhnya duduk di kubur, mereka membentakkan suara yang sangat keras dan dasyat sehingga mampu meretakkan tulang-tulang rusuk dan melonggarkan semua persendian.... sehingga ada yang pengsan akibat ketakutan yang amat sangat....
Mereka adalah makhluk yang tinggi besar, rupanya(wajah) sangat mengerikan, suaranya menggelegar bagaikan petir, susuk matanya tajam bagai kilat yang menyambar, taringnya runcing bagai tanduk, dari mulutnya, hidungnya, dan telinganya keluar api yang menyala-nyala, rambutnya menyapu tanah, kukunya runcing, dan masing-masing memegang tongkat dari besi yang sangat berat sehingga tidak sanggup digerakkan oleh seluruh makhluk yang ada di muka bumi. !!!
Mereka mendatangi seseorang yang telah diletakkan di dalam kuburnya sendirian.... Dengan izin Allah mereka mengembalikan rohnya ke dalam jasadnya kemudia menyuruhnya duduk di kubur, mereka membentakkan suara yang sangat keras dan dasyat sehingga mampu meretakkan tulang-tulang rusuk dan melonggarkan semua persendian.... sehingga ada yang pengsan akibat ketakutan yang amat sangat....
Setelah pengsan beberapa saat, mereka
menyuruhnya untuk duduk kembali. Lalu mulailah mereka berkata kepadanya, ‘Sekarang kamu sudah berada di alam Barzakh... ’ Setelah membentaknya yang kedua kali, mereka berkata,
‘Hai fulan !!!!!, sekarang kamu telah meninggalkan dunia dan akan menuju
ketempat kembalimu yang abadi.... Jawablah pertanyaan kami,.... Siapa Tuhanmu
?!!!.. Apa agamamu ?!!! Dan siapa nabimu ?!!!
Jika ia seorang mukmin, Allah akan mengajari hujjahnya sehingga dia boleh menjawab,‘Tuhanku adalah Allah. Agamaku adalah Islam. Dan nabiku adalah Muhammad.’
Pada saat itu mereka sekali lagi membentakkan dengan suara yang sangat kuat dan menggegarkan sendi hingga peluh keluar bercucuran. Mereka berkata, ‘Hai fulan !!!!!, cuba kamu pikirkan semula jawabanmu itu tadi... !!!’
Maka Allah telah memberikannya keteguhan berupa ucapan yang mantap dan menghilangkan rasa takut sebagai bukti kasih sayang-Nya, maka ia sama sekali tidak merasa gentar kepada dua malaikat tersebut. Dengan tenang ia hadapi mereka dan siap untuk berdebat. Ia berkata,' aku tahu kamu sedang mengancam aku supaya aku ragu-ragu terhadap Tuhanku. kamu ingin supaya aku mengambil pelindung selain-Nya. Padahal, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Dialah Tuhanku, Tuhan kamu, dan juga Tuhan segala sesuatu, Nabiku Muhammad dan agamaku Islam.’
Mereka membentaknya dan mengulang lagi pertanyaannya buat kali ketiga. Tetapi, dengan penuh keyakinan ia menjawab, `Tuhanku adalah Allah Pencipta langit dan bumi. Hanya kepada-Nya lah aku menyembah... Aku tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun, .. dan aku juga tidak akan menjadikan siapa pun selain-Nya sebagai Tuhan... Aku tahu kamu sedang mengujiku supaya aku meragukan Tuhanku dan mempengaruhi aku yang hanya menyembah kepada-Nya. Sesungguhnya Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia.'
Setelah mendengar jawaban tersebut yang diulang sampai tiga kali, kedua malaikat itu pun akhirnya menyerah. Mereka lalu bersahabat dengannya. Sambil tersenyum mereka berkata kepadanya, ‘Kamu benar. Rupanya Allah telah menyayangimu dan memberimu keteguhan. Bergembiralah dengan syurga dan kemuliaan Allah.'
Kemudian kuburnya direnggangkan sehingga menjadi luas sejauh mata memandang, dan dibukakan untuknya sebuah tingkap yang menampakkan syurga sebagai karunia Allah yang belum pernah ia lihat sama sekali. Melihat hal itu ia yakin sebagai orang yang beruntung. Karenanya ia lalu bersyukur kepada Allah.
Kemudian dalam kuburnya malaikat menyediakan sebuah hamparan permadani dari sutera syurga, dan memasang dua buah lampu dari cahaya; satu berada di dekat kepalanya dan satu lagi berada di dekat kakinya. Lalu dihembuskan aroma syurga sehingga ia mengantuk... Malaikat berkata, ‘Tidurlah kamu dengan sukacita seperti pengantin baru, tanpa rasa takut dan rasa sedih.'
Jika ia seorang mukmin, Allah akan mengajari hujjahnya sehingga dia boleh menjawab,‘Tuhanku adalah Allah. Agamaku adalah Islam. Dan nabiku adalah Muhammad.’
Pada saat itu mereka sekali lagi membentakkan dengan suara yang sangat kuat dan menggegarkan sendi hingga peluh keluar bercucuran. Mereka berkata, ‘Hai fulan !!!!!, cuba kamu pikirkan semula jawabanmu itu tadi... !!!’
Maka Allah telah memberikannya keteguhan berupa ucapan yang mantap dan menghilangkan rasa takut sebagai bukti kasih sayang-Nya, maka ia sama sekali tidak merasa gentar kepada dua malaikat tersebut. Dengan tenang ia hadapi mereka dan siap untuk berdebat. Ia berkata,' aku tahu kamu sedang mengancam aku supaya aku ragu-ragu terhadap Tuhanku. kamu ingin supaya aku mengambil pelindung selain-Nya. Padahal, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Dialah Tuhanku, Tuhan kamu, dan juga Tuhan segala sesuatu, Nabiku Muhammad dan agamaku Islam.’
Mereka membentaknya dan mengulang lagi pertanyaannya buat kali ketiga. Tetapi, dengan penuh keyakinan ia menjawab, `Tuhanku adalah Allah Pencipta langit dan bumi. Hanya kepada-Nya lah aku menyembah... Aku tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun, .. dan aku juga tidak akan menjadikan siapa pun selain-Nya sebagai Tuhan... Aku tahu kamu sedang mengujiku supaya aku meragukan Tuhanku dan mempengaruhi aku yang hanya menyembah kepada-Nya. Sesungguhnya Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia.'
Setelah mendengar jawaban tersebut yang diulang sampai tiga kali, kedua malaikat itu pun akhirnya menyerah. Mereka lalu bersahabat dengannya. Sambil tersenyum mereka berkata kepadanya, ‘Kamu benar. Rupanya Allah telah menyayangimu dan memberimu keteguhan. Bergembiralah dengan syurga dan kemuliaan Allah.'
Kemudian kuburnya direnggangkan sehingga menjadi luas sejauh mata memandang, dan dibukakan untuknya sebuah tingkap yang menampakkan syurga sebagai karunia Allah yang belum pernah ia lihat sama sekali. Melihat hal itu ia yakin sebagai orang yang beruntung. Karenanya ia lalu bersyukur kepada Allah.
Kemudian dalam kuburnya malaikat menyediakan sebuah hamparan permadani dari sutera syurga, dan memasang dua buah lampu dari cahaya; satu berada di dekat kepalanya dan satu lagi berada di dekat kakinya. Lalu dihembuskan aroma syurga sehingga ia mengantuk... Malaikat berkata, ‘Tidurlah kamu dengan sukacita seperti pengantin baru, tanpa rasa takut dan rasa sedih.'
Selanjutnya
di dekat kepalanya muncul amal soleh yang pernah ia lakukan sewaktu di
dunia menjelma menjadi sosok yang sangat indah dan beraroma sangat
harum. Malaikat berkata, Itulah amalan mu dan ucapanmu yang baik.
Allah telah mengubahnya menjadi sosok yang sangat indah dan sangat harum
untuk menemani kamu yang sendirian di kubur. Bersamanya kamu akan aman
dari segala gangguan dan bencana... la tak akan menelantarkan kamu di
kuburmu ini sendirian,... sampai kamu nanti masuk syurga berkat rahmat Allah. Tidurlah
sebagai orang yang berbahagia. Sungguh beruntung kamu karena
mendapatkan tempat kembali yang baik. ' Setelah mengucapkan salam, kedua malaikat itu pun berlalu."
Nota :
Nota :
Maka
jelaslah bagi kita akan benarnya siksa kubur,... bingkisan cerita
hadis diatas adalah bagi mereka yang mati dan diberikan Allah cahaya
keimanan semasa hidup didunia, dan pada mereka yang lalai dan leka
dengan dunia.. fikir-fikirkanlah....tapi yang pastinya setiap dari kita
akan bertemu Munkar & Nankir !!!!
Kisah Rasulullah dengan Pendeta Nasrani
Posted By:
Wahyu
on 16.00
Telah datang menghadap Rasulullah SAW, utusan orang-orang Nasrani Najran, yang terdiri daripada 60 penunggang kuda,...di antara mereka, terdapat 14 orang dari kalangan bangsawan....
Mereka
masuk ke kota Madinah dan masuk ke dalam masjid Rasulullah (Nabawi) ketika
baginda sedang bersembahyang Asar... Mereka mengenakan pakaian yang
mewah sehingga berkata orang-orang yang melihat mereka, “tidak pernah
kami melihat utusan sehebat mereka...”
Mereka dibiarkan
melakukan sembahyang menurut agama mereka dengan menghadap ke arah
timur... dan kemudian setelah selesai, ketiga-tiga pemimpin mereka iaitu
Abu Haritsah bin Alqamah, Abdul Masih dan Al-Aiham bersoal jawab
dengan Rasulullah...
Mereka menegaskan kepercayaan mereka
tentang Nabi Isa, bahawa baginda (Isa) adalah Tuhan, putera Allah dan
satu dari tiga senyawa (triniti)....Sebagai dalil dan alasan akan
kebenaran dan kepercayaan itu, mereka kemukakan bahawa Nabi Isa dapat
menghidupkan orang mati, dapat menyembuhkan orang sakit, buta dan
sopak,...serta dapat memberitahu tentang hal-hal perkara yang ghaib dan membentuk dari
tanah liat seekor burung lalu meniup menjadi burung hidup yang
bernyawa..(Pada hal Nabi Isa melakukan semua itu dengan izin
Allah yang telah memberikannya mukjizat dan sebagai tanda kekuasaanNya ke
atas hamba-hambanya).
Kemudian Rasulullah mengemukakan firman Allah, Surah Ali-Imran :
Sesungguhnya
perbandingan (kejadian) Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti
(kejadian) Nabi Adam. Allah telah menciptakan Adam dari tanah lalu
berfirman kepadanya: Jadilah engkau! maka jadilah ia. Perkara yang benar
ialah yang datang dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau menjadi
dari orang-orang yang ragu-ragu.” (ayat 59 -60)
Oleh
sebab mereka masih berdegil dan tetap dengan pendirian itu, maka
Allah memerintahkan Rasulullah mengajak mereka “bermubahalah” di padang
yang terbuka....
Ketika Rasulullah datang ke arena
mubahalah dengan disertai Ali, Fatimah, Hasan dan Husain, orang-orang
Nasrani terperanjat...Para pendita Nasrani berharap Rasulullah membawa
sebahagian besar sahabatnya untuk bermubahalah dan bukan sekelompok
kecil dari ahlubaitnya (keluarganya)....Mereka mengharapkan Rasulullah
memanggil seluruh umat Islam seperti mana keluar untuk berjihad.
Tetapi
medan tersebut bukanlah medan peperangan dan jihad. Ia adalah medan
doa dan munajat untuk menegakkan kebenaran dan membuka tabir
kebatilan.... Dan tidak ada yang dapat membuka tabir kebatilan, kecuali
orang-orang yang paling baik dan paling mulia di muka bumi.
Menurut
pelbagai riwayat, ketika Rasulullah menyeru para pendita Nasrani
untuk masuk Islam, mereka menolak ajaran baginda dan enggan berbai'ah
kepada baginda tetapi sebaliknya menuduh baginda dengan
kebohongan....apabila dekat dengan saat untuk bermubahalah, para pendita
Nasrani dan sekelompok besar para pengikutnya berkumpul, mereka
menunggu kedatangan Rasulullah...
Mereka terkejut melihat
saat Rasulullah datang dengan langkah yang mantap dengan disertai
ahlulbaitnya.... Satu tangan baginda memimpin tangan Sayyidina Husain
manakala satu tangan lagi memimpin Sayyidina Hasan.... Fatimah
berjalan di belakang baginda dengan dipenuhi cahaya dan Sayyidina Ali
mengikuti mereka dengan memancarkan kebesaran.
Ketika itu
As-Sayyid dan Al-’Aqib (dua pembesar Najran) datang kepada Rasulullah....
sudah kelihatan pada diri mereka keraguan dan keresahan.... Mereka
bertanya, “Wahai Abal Qasim (gelaran Rasulullah), dengan disertai siapa engkau akan bermubahalah dengan kami ?
Rasulullah menjawab, “saya akan bermubahalah dengan disertai sebaik-baiknya penduduk bumi dan semulia-mulianya makhluk di sisi Allah.”
Kemudian, Rasulullah menunjuk kepada Sayyidina Ali, Fatimah Zahra, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain...
Mereka bertanya dengan penuh kehairanan, “mengapa engkau tidak bermubahalah dengan disertai orang-orang besar dan mulia yang beriman dan mengikutimu?”
Rasulullah berkata, “tentu, aku akan bermubahalah denganmu dengan disertai mereka, sebaik-baiknya penduduk bumi dan seutama-utamanya makhluk.”
Hati
mereka bergoncang dipenuhi rasa takut dan kekhuatiran. Akhirnya,
mereka kembali menemui pendita mereka untuk meminta petunjuk....
Mereka berkata kepada pemimpin mereka, “wahai Abu Haritsah, bagaimana pendapatmu dalam perkara ini ? "
Pendita mereka menjawab, “aku
melihat wajah-wajah yang jika salah seorang dari mereka memohon
kepada Allah supaya gunung dihilangkan dari tempatnya maka Allah akan
menghilangkan gunung itu....Tidakkah engkau sedang melihat, Muhammad
sedang mengangkat kedua tangannya sambil menunggu terkabul doanya....
Demi Al-Masih, jika dia menggerakkan mulutnya dengan satu kata, maka
kita tidak dapat kembali kepada keluarga dan harta kita.”
Akhirnya
mereka memutuskan untuk segera pulang dan meninggalkan arena
mubahalah..... Mereka rela walaupun harus menanggung kehinaan dan membayar
jizyah (denda).
Peristiwa mubahalah ini merupakan detik
terpenting dalam sejarah Islam.... Pengakuan oleh Nasrani Najran ini
membuktikan bahawa mereka mengetahui kenabian dan kerasulan Muhammad
adalah BENAR... kerana kalau tidak kenapa mereka berundur dari medan
mubahalah...Mereka juga menerima syarat yang diajukan oleh Rasulullah
dengan membayar jizyah.
Kejadian besar ini membuktikan kebenaran kenabian Rasulullah yang mulia dan kebenaran agama Islam yang dibawanya.
“Kemudian
sesiapa yang membantahmu (wahai Muhammad) mengenainya, sesudah engkau
beroleh pengetahuan yang benar, maka katakanlah kepada mereka:
“Marilah kita menyeru anak-anak kami serta anak-anak kamu, dan
perempuan-perempuan kami serta perempuan-perempuan kamu, dan diri kami
serta diri kamu". Kemudian kita memohon kepada Allah dengan
bersungguh-sungguh, serta kita meminta supaya laknat Allah ditimpakan
kepada orang-orang yang berdusta." (surah Ali-Imran, ayat 61)
Langganan:
Postingan (Atom)






