Selasa, 08 Juli 2014

Filled Under:

Kisah Jibril Menyumpalkan Tanah Ke Mulut Firaun







Al Qur’an telah menyampaikan kepada kita secara panjang lebar tentang Fir’aun, tentang kesombongan dan kelalaiannya, tentang sepak terjang dan perilakunya dalam menghadapi kebenaran. Al Qur’an juga menyampaikan kepada kita tentang turunnya adzab Alloh kepadanya dan bala tentaranya. Manakala turunnya adzab Alloh kepadanya dan bala tentaranya. Manakala Alloh menenggelamkannya lalu membinasakannya, Jibril hadir untuk menyaksikan. Jibril telah memberitahu Rosululloh SAW bahwa pada saat Fir’aun tenggelam dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.” Jibril menyumpal mulutnya dengan lumpur laut, sehingga dia tidak bisa berucap kalimat tauhid, karena takut dia meraih rahmat Alloh dan taubatnya diterima.
Apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap thaghut yang tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan ini. Dia memerangi Islam dan memfitnah orang-orang beriman.
Mungkin ada yang berkata, “Apa ruginya Jibril kalau Alloh memberi rahmat kepada Fir’aun dan mengampuninya?” jawabnya adalah bahwa seorang hamba sampai pada keadaan membenci orang-orang zalim dimana dia berdoa kepada Alloh agar taubat mereka tidak diterima dan tidak dimasukkan ke dalam rahmat-Nya. Ini terjadi pada Musa. Dia berdo’a atas Fir’aun dan bala tentaranya agar Alloh mengunci mata hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat adzab yang pedih. “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah member kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” (QS. Yunus:88)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Kisah Sejarah Islam.