Jumat, 04 Juli 2014

Filled Under:

Kisah Kurma Dan Labu








Di suatu musim panas Nashruddin Hoja pergi ke suatu desa dengan mengendarai keledainya. Karena lelah ia berhenti dan bernaung di bawah sebatang pohon korma dan mengikatkan keledainya pada batang pohon korma yang lain. Di keteduhan pohon korma itu Nashruddin duduk-duduk santai,  dan sambil beristirahat ia  mengeringkan keringatnya yang bercucuran akibat cuaca yang cukup panas. Dan dalam pada itulah ia melihat rerimbunan pohon labu yang tumbuh subur di sekitar batang-batang korma tersebut. Dengan hati yang takjub Nashruddin merenung keadaan dua macam tetumbuhan yang berbeda tersebut. Nashruddin berkata dalam hatinya: “Subhanallah, wahai Tuhanku mengapa Engkau menciptakan batang pohon labu yang buahnya besar-besar ini hanya  seukuran benang yang kasar, sedangkan korma yang kecil-kecil Engkau berikan batang yang besarnya kadang-kadang lebih dari sepelukkanku.”

Baru saja Nashruddin membathin dengan hatinya, tiba-tiba beberapa butir korma yang sudah tua jatuh menimpa kepalanya. Nashruddin terkejut lalu melepas surbannya dan meraba kepalanya yang setengah botak. Kemudian buru-buru ia beristigfar dan berkata: “Ya Allah, sungguh aku bertaubat kepadamu dan tidak akan turut campur lagi dalam uruusan-Mu menciptakan alam semesta ini. Segala yang engkau ciptakan tentulah mengandung hikmah dan rahasia yang besar, dan itu hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang mengalaminya. Andai saja buah-buah korma itu sebesar labu yang Engkau ciptakan, maka pastilah kepalaku remuk dan akupun mati dalam kebodohan.”  Kemudian Nashruddin buru-buru melanjutkan perjalanannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Kisah Sejarah Islam.